Showing posts with label alergi kulit bayi. Show all posts
Showing posts with label alergi kulit bayi. Show all posts

Wednesday, November 10, 2010

AWAS, Bayi Alergi Terhadap Makanan




Sebelum Anda mulai memberikan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) pada bayi Anda, sangatlah penting untuk mengetahui tentang alergi yang mungkin terjadi pada bayi terhadap makanan.

Aturan 4 Hari Masa Tunggu

Aturan ini terutama sangat penting jika Anda atau keluarga Anda memiliki alergi terhadap makanan tertentu. “Aturan 4 Hari Masa Tunggu” merupakan cara yang mudah untuk memeriksa alergi terhadap makanan. Bagaimana caranya? Pada dasarnya, Anda hendaknya memperkenalkan 1 jenis makanan baru pada satu waktu dan menunggu hingga 4 hari sebelum memperkenalkan makanan baru berikutnya.

Sebagai contoh, jika Anda ingin memperkenalkan bayi Anda kepada buah alpukat pada hari Senin, maka Anda sebaiknya Anda menunggu hingga hari Kamis untuk memperkenalkan makanan baru berikutnya.

Dengan cara sepert ini, Anda dapat mengetahui dengan lebih baik apakah bayi Anda memiliki reaksi alergi terhadap jenis makanan tertentu atau tidak. Selain itu, jika ternyata terjadi reaksi negatif dari bayi Anda, dengan begini akan dapat dibedakan apakah reaksi tersebut merupakan alergi atau masalah dalam pencernaanya. Biasanya reaksi alergi akan timbul pada 24 jam pertama, sedangkan masalah pencernaan yang timbul akibat makanan baru akan terlihat setelah lebih dari 1 hari 1 malam.

Nah, setelah Anda memperkenalkan beberapa jenis makanan dengan “Aturan 4 Hari Masa Tunggu”, baru Anda bisa mencoba menkombinasikan beberapa bahan makanan untuk resep si kecil. Sekali lagi, langkah preventif seperti ini baik dijalankan jika memang Anda atau keluarga memiliki “sejarah” Bayi alergi terhadap makanan.

Ketahui juga perbedaan antara alergi terhadap makanan dengan reaksi tubuh terhadap makanan.

8 Jenis Makanan yang Menyebabkan Timbulnya 90% Kasus Alergi terhadap Makanan

1. Susu
2. Telur
3. Kacang Tanah
4. Kacang Pohon (walnut, cashew, dll)
5. Ikan
6. Kerang
7. Kedelai
8. Gandum

Untuk susu, telur, kedelai dan gandum, bisa terjadi semakin si bayi dewasa, reaksi alergi terhadap makanan ini akan hilang.

Gejala Alergi terhadap Makanan

Untuk mengetahui apakah bayi Anda memiliki alergi terhadap makanan tertentu, maka berikut beberapa gejala yang patut Anda waspadai:
  • Diare yang terjadi secara tiba-tiba
  • Muntah yang terjadi secara tiba-tiba
  • Kulit mengeluarkan bercak merah
  • Hidung berair
  • Sulit bernafas setelah memakan jenis makanan baru
  • Pusing
  • Wajah, bibir atau lidah yang membengkak
  • Tenggorokan terasa menyempit
Mohon diingat bahwa alergi terhadap makanan tidak sama dengan reaksi tubuh terhadap makanan, dimana yang belakangan ini biasanya menimbulkan gangguan yang berhubungan dengan pencernaan (usus).

Sumber: TipsBayi.Com

Monday, February 15, 2010

Tips Perawatan kulit bayi




Kulit bayi sangat lembut dan membutuhkan banyak perawatan. Lapisan luar (dermis) belum sepenuhnya berkembang dengan elastis. Kulitnya rapuh sehingga rentan terhadap kerusakan dan sangat sensitif untuk disentuh.

Kulit bayi terdiri dari lapisan tipis. Dapat menyerap apa yang dioleskan pada permukaannya. Jadi, Anda harus berhati-hati dan bebaskan dari bahan berbahaya seperti lotion yang kuat. Aplikasikasikan krim khusus bayi, terutama di saat udara dingin untuk menjaga kulitnya tetap lentur dan elastis.

Karena produksi melanin (pigmen pelindung) pada bayi rendah, paparan sinar matahari sebaiknya dihindari, kecuali mungkin beberapa menit saat pagi hari untuk menyerap vitamin D dari sinar matahari. Terlalu banyak sinar matahari akan membakar kulitnya dan menyebabkan lecet.

Bayi memerlukan perawatan khusus terhadap kulit mereka dengan sering mengganti popok, terus-menerus mengelap dan pembersihan di bagian lampin, serta di sekitar mulut dan hidung. Jika daerah-daerah ini tidak ditangani dengan hati-hati, kemungkinan infeksi dan kerusakan kulitnya semakin tinggi.

Hindari penggunaan penyebab iritasi seperti sabun dan deterjen. Selalu gunakan bahan khusus bayi untuk sabun dan shamponya saat mandi. Pastikan juga menggunakan krim dan lotion yang aman untuk digunakan.

Ketika anda menidurkan bayi anda pada suatu tempat, pastikan kembersihan daerah tersebut dengan menggunakan air hangat dan produk pembersih yang lembut. Bersihkan daerah kering dari debu ataupun bedak bayi yang tercecer dengan kain yang sangat lembut karena Ini membantu mengurangi gesekan antara kulit dan pakaian, dan menjaga terhadap penetrasi gangguan dari benda asing melalui media kulit.

Biasakan kulit bayi anda kering dan tidak lembab. Gunakan bedak setiap kali Anda merasa bahwa kulitnya menjadi lembab, terutama di sekitar di bagian lampin. Anda dapat menghindari kelembaban yang berlebihan dengan menggunakan krim dan lotion khusus bayi.

Pakaian bayi usahakan longgar. Misalnya saat tidur pada malam hari, gunakan kain tipis dari pada memakaikan flanel atau jaket. Pilih popok dan pakaian yang dia pakai terbuat dari katun halus yang lembut untuk disentuh. Pakaian longgar memungkinkan sirkulasi udara, dan menjaga bayi tetap kering dan nyaman, jauh dari kelembaban berlebihan.

Setelah bayi tumbuh, lebih mudah untuk menangani perawatan kulitnya karena kekebalan tubuhnya semakin tinggi tetapi tetap gunakan krim di saat dingin. Terlalu banyak manis dan makanan berlemak hanya akan menimbulkan gangguan pencernaan dan bintik-bintik.

Jika anak Anda menyukai permen, beri dia produk buatan sendiri. Anda dapat mengganti madu untuk gula, karena tidak hanya madu bergizi tetapi juga baik untuk kulit. Saatnya memperkenalkan anak anda jus buah segar sebagai pengganti minuman botol atau bahan instan lainnya.

Sumber : www.junior-smart.com