Showing posts with label penyakit kulit pada bayi. Show all posts
Showing posts with label penyakit kulit pada bayi. Show all posts

Monday, February 15, 2010

Tips Perawatan kulit bayi




Kulit bayi sangat lembut dan membutuhkan banyak perawatan. Lapisan luar (dermis) belum sepenuhnya berkembang dengan elastis. Kulitnya rapuh sehingga rentan terhadap kerusakan dan sangat sensitif untuk disentuh.

Kulit bayi terdiri dari lapisan tipis. Dapat menyerap apa yang dioleskan pada permukaannya. Jadi, Anda harus berhati-hati dan bebaskan dari bahan berbahaya seperti lotion yang kuat. Aplikasikasikan krim khusus bayi, terutama di saat udara dingin untuk menjaga kulitnya tetap lentur dan elastis.

Karena produksi melanin (pigmen pelindung) pada bayi rendah, paparan sinar matahari sebaiknya dihindari, kecuali mungkin beberapa menit saat pagi hari untuk menyerap vitamin D dari sinar matahari. Terlalu banyak sinar matahari akan membakar kulitnya dan menyebabkan lecet.

Bayi memerlukan perawatan khusus terhadap kulit mereka dengan sering mengganti popok, terus-menerus mengelap dan pembersihan di bagian lampin, serta di sekitar mulut dan hidung. Jika daerah-daerah ini tidak ditangani dengan hati-hati, kemungkinan infeksi dan kerusakan kulitnya semakin tinggi.

Hindari penggunaan penyebab iritasi seperti sabun dan deterjen. Selalu gunakan bahan khusus bayi untuk sabun dan shamponya saat mandi. Pastikan juga menggunakan krim dan lotion yang aman untuk digunakan.

Ketika anda menidurkan bayi anda pada suatu tempat, pastikan kembersihan daerah tersebut dengan menggunakan air hangat dan produk pembersih yang lembut. Bersihkan daerah kering dari debu ataupun bedak bayi yang tercecer dengan kain yang sangat lembut karena Ini membantu mengurangi gesekan antara kulit dan pakaian, dan menjaga terhadap penetrasi gangguan dari benda asing melalui media kulit.

Biasakan kulit bayi anda kering dan tidak lembab. Gunakan bedak setiap kali Anda merasa bahwa kulitnya menjadi lembab, terutama di sekitar di bagian lampin. Anda dapat menghindari kelembaban yang berlebihan dengan menggunakan krim dan lotion khusus bayi.

Pakaian bayi usahakan longgar. Misalnya saat tidur pada malam hari, gunakan kain tipis dari pada memakaikan flanel atau jaket. Pilih popok dan pakaian yang dia pakai terbuat dari katun halus yang lembut untuk disentuh. Pakaian longgar memungkinkan sirkulasi udara, dan menjaga bayi tetap kering dan nyaman, jauh dari kelembaban berlebihan.

Setelah bayi tumbuh, lebih mudah untuk menangani perawatan kulitnya karena kekebalan tubuhnya semakin tinggi tetapi tetap gunakan krim di saat dingin. Terlalu banyak manis dan makanan berlemak hanya akan menimbulkan gangguan pencernaan dan bintik-bintik.

Jika anak Anda menyukai permen, beri dia produk buatan sendiri. Anda dapat mengganti madu untuk gula, karena tidak hanya madu bergizi tetapi juga baik untuk kulit. Saatnya memperkenalkan anak anda jus buah segar sebagai pengganti minuman botol atau bahan instan lainnya.

Sumber : www.junior-smart.com

Perawatan Kesehatan Bayi | Penyakit kulit Bayi




Penyakit kulit Bayi

1. Definisi
Penyakit kulit adalah suatu penyakit yang berhubungan dengan jaringan penutup permukaan tubuh, seperti kulit yang sering terjadi dan bersifat relatif ringan. Meskipun bersifat relatif ringan, apabila tidak ditangani secara serius, maka hal tersebut dapat memperburuk kondisi kesehatan bayi dan anak.

2. Epidemiologi
Penyakit kulit terdapat di seluruh dunia dan dapat menyerang baik laki-laki dan perempuan. Pada beberapa penyakit kulit seperti staphylococcal scalded skin syndrome, laki-laki lebih banyak terserang daripada wanita.

3. Penyebab
Penyebab penyakit kulit, yaitu bakteri (kuman gram positif staphyllococcus, streptococcus β hemolyticus grup A), virus (Varicella Zoster Virus (VZV)), jamur (dematormikosis, kandidosis) dan infestasi oleh parasit.

Selain itu gangguan hormonal, gangguan pigmentasi, kelainan yang didasari alergi-imunologi dan tumor kulit, serta kelainan sistemik yang disertai gejala kulit dapat menyebabkan terjadinya penyakit kulit tersebut. Penyebabnya bisa juga karena higiene kulit bayi kurang terawat.

4. Patofisiologi
Higiene yang kurang dan menurunnya daya tahan tubuh menyebabkan bakteri, virus, jamur dan parasit mudah masuk ke dalam tubuh. Pada penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri dan virus, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Sedangkan pada penyakit kulit akibat infestasi parasit seperti sarcoptes scabiei yang hidup dirambut dan bertelur disana.

Siklus hidupnya melalui stadium telur, larva, nimfa dan dewasa. Kelainan kulit yang timbul akibat dari garukan gatal akibat sensitisasai terhadap sekret dan ekskret sarcoptes kurang lebih sebulan setelah infestasi. Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika, dll. Gerukan dapat menimbulkan erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder.

Sumber : www.pakarbayi.com